Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan makin diperhatikan kesehatannya dengan adanya program dokter keluarga 24 jam di tahun 2010. Dengan adanya dokter keluarga tersebut, kesehatan PNS bisa terkontrol dan tak perlu repot bolak-balik ke rumah sakit.
Hal itu disampaikan Direktur Operasional PT Askes, Dr Umbu M Marisi dalam acara jumpa pers dan peluncuran program 'Innovation for Life' di Hotel Manhattan, Kuningan Jakarta, Rabu (2/12/2009).
Program yang merupakan kerjasama PT Askes dan perusahaan farmasi Sanofi Aventis itu bertujuan untuk memberikan akses dan kesempatan pada masyarakat pengguna Askes agar dapat memperoleh pelayanan kesehatan dan obat yang berkualitas tapi murah.
Menurut Umbu, 56 persen masyarakat Indonesia tidak punya kemampuan berobat ke rumah sakit. Untuk itu, jaminan kesehatan sangatlah penting. "Bayangkan jika seorang karyawan yang punya penyakit ginjal harus cuci darah seumur hidupnya sedangkan gajinya hanya Rp 4-5 juta per bulan. Padahal biaya satu kali cuci darah mencapai Rp 5-6 juta. Dari mana dapat uang sebanyak itu? Jadi solusinya adalah, semua orang harus punya jaminan kesehatan," ujar Umbu.
Proram dokter keluarga bagi PNS ini diharapkan mampu memberi kemudahan bagi para PNS agar memiliki kualitas kesehatan yang lebih baik. "Kesehatan itu kan investasi, karena kalau tidak sehat tidak bisa bekerja dengan produktif. Dokter keluarga diharapkan bisa menjaga investasi itu," tuturnya.
Prinsip dari dokter keluarga ini adalah setiap PNS akan memiliki dokter yang bisa mengontrol kesehatannya dan juga mengobati penyakit yang dideritanya. Satu dokter keluarga diperkirakan akan menangani sekitar 2.000 PNS.
"Saat ini kami masih melakukan medical check up untuk mengumpulkan informasi tentang riwayat kesehatan PNS. Hasil medical check up itu kemudian akan dikonsultasikan pada keluarganya, dan dokter akan terus memantau serta memberi edukasi kesehatan pada pegawai beserta keluarganya. Jika perlu, dokter keluarga juga akan mengonsultasikan ke dokter spesialis dan meresepkan obat bagi pasien, sehingga pasien tidak perlu repot-repot lagi datang ke rumah sakit," jelas Umbu.
"Saat ini di Indonesia ada sekitar 16 juta PNS, jadi dibutuhkan sekitar 8.000 dokter keluarga untuk menanganinya. Dokter itu nanti akan ditempatkan sesuai domisili PNS itu berada, tapi lebih diutamakan bagi mereka yang di pelosok-pelosok daerah," tambahnya.
Keuntungan mempunyai dokter keluarga yaitu bisa menghubungi dan melayani pasien selama 24 jam, bahkan bisa juga mengunjungi rumah pasien. Program dokter keluarga ini pernah diuji cobakan dulu sebelumnya di Jawa Timur apda tahun 2007-2008, dan hasilnya cukup menggembirakan karena rata-rata PNS disana memiliki kesehatan yang lebih baik.
Mereka yang ditunjuk sebagai dokter keluarga harus memperoleh sertifikat terlebih dahulu dari Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI). Hingga saat ini, tercatat ada 20.000 dokter keluarga yang tergabung dalam perhimpunan itu.
"Mereka juga harus mau diganggu 24 jam dan memberi edukasi kesehatan pada pasien tanpa terburu-buru. Biasanya dokter kan inginnya cepat-cepat konsultasi dan memberi resep. Diharapkan satu dokter keluarga ini bisa menangani minimal 10 orang pasien dengan rata-rata konsultasinya 1 jam. Untuk itu, insentif dokter keluarga juga akan cukup tinggi," kata Umbu.
Friday, December 4, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment